Satu kisah terpendam
Mengukir relung hati yang terdalam
Rinduku padanya
Mengendap, ikhlas, pagi, siang, malam
Mengukir relung hati yang terdalam
Rinduku padanya
Mengendap, ikhlas, pagi, siang, malam
Setiap mendengar sebuah lagu dari Dialog Dini Hari ini, aku bertanya-tanya "Rindu itu seperti apa?". Rasanya aku suka kata rindu itu. Bahkan nyaris berpikir memberi nama anakku nanti dengan nama "Rindu". Cie. Jadi seperti nama sinetron. Haha.
Menengok kembali ke masa lalu. Mungkin aku menemukan kata "Rindu" itu. Yah, hal yang paling kurindukan dari hidup ini adalah masa kecil. Aku begitu menyukai masa kecil. Walaupun aku sendiri nyaris lupa bagaimana masa kecilku tapi aku memiliki bekas-bekas indah disana. Aku mulai kembali mengingat masa kecilku ketika aku melihat gelak tawa anak-anak diluar sana. Begitu alami. Itu yang aku rindukan. Gelak tawaku di masa kecil. Hal ini bukan berarti gelak tawaku kini hanya palsu. Tidak begitu. Hanya saja aku rindu menjadi anak kecil. Tertawa lepas. Bertindak sesukanya. Meskipun tindakan itu melanggar tapi hanya berakhir dengan pemakluman. Haha. Siapa yang tak rindu? Tertidur dalam pelukan seorang Ibu, menari-nari dibawah rinai hujan, bermain petasan di kala Ramadhan, dan sebagainya. Itu hanya sebagian kecil kenangan masa kecil yang kurindukan. Berjuta orang pasti ingin memiliki mesin waktu. Jika aku memilikinya, satu pintaku: Biarkan aku kembali mengintip dan menikmati masa kecilku sedikit lebih lama.
Hu uuu… ingatkah aku bila dirumah?
Hu uuu… bukalah pintu bila kupulang
Nanti, esok, entah
Hu uuu… bukalah pintu bila kupulang
Nanti, esok, entah
Rasanya kurang pas lagu Dialog Dini Hari ini untuk dipadukan dengan masa kecilku. Tapi lagu ini cukup membawaku kembali ke masa itu. Aku yakin hampir semua orang menyukai masa kecilnya. Menikmati lebih tepatnya. Dan aku salah satunya. Mesikipun masa kecilku tak selalu indah tapi cukup membuatku merasa betapa indahnya hidupku. Seakan surga dunialah. Auwah.
Sekian lama waktu
Merpati tak bawa berita baru
Keagunganmu..
Berkilau, ikhlas, mengisi hatiku.
Merpati tak bawa berita baru
Keagunganmu..
Berkilau, ikhlas, mengisi hatiku.
Uh. Aku pasti menemukannya. Siapa? Iya, si pemilik rinduku yang baru. Sebab aku tak dapat selalu menengok masa lalu untuk menemukan rinduku kan? Aku ingin menatap hari baru dengan si pemilik rindu yang baru. Duh abot. Aku tahu. Rindu dapat terobati hanya dengan satu kata, yaitu bertemu. Tapi mungkin aku harus sedikit bersabar. Sampai si pemilik rindu menyapaku dengan senyum dan salam hangatnya.
Tuhan, pemilik rindu
Biarkan rindu mengendap ikhlas dalam hati
Sampai tiba waktunya untuk terobati
Dialog Dini Hari - Senandung Rindu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar