Selasa, 26 April 2011

My First Stories


Akhirnya setelah sekian lama , cerpen PERDANA ku jadi juga :DD
Wuaahh , moga hasilnya baik yaa buk?? Susah lhoo buatnya, musti gak mandi 3 hari 3 malem #ehh? -,- Gak nyangka juga aku bisa crita gini, terharu aku ~ T__T #halah
Sok atuh dibacaa ~ cekidott cingg !!??


 -------------------------------------------------------------------------

Selembar Kain Putih


Siang semakin terik, tetapi tetap saja jalanan itu hanya dilewati segilintir orang. Terlihat begitu sepi, sebuah toko kecil di ujung jalan perempatan itu. Di toko yang berukuran sekitar 4x4 m itu tertata rapi lemari yang hanya berisikan selembar kain putih. Di samping lemari itu terdapat sebuah meja dan kursinya. Disanalah tampak seorang nenek duduk letih menunggu sesuatu. Yah, nenek itu bernama Karmi atau biasa disapa mak Karmi, sang pemilik toko tua yang hanya menjual kain kafan. Entah, sudah berapa lama mak Karmi hanya menunggu, menunggu, dan menunggu di tokonya.  Seperti biasa dia berharap akan adanya seseorang yang meninggal dan membeli selembar kain kafannya yang memang dari kemarin tidak laku-laku. Akan tetapi sudah seharian dia menunggu, tetap saja tidak ada tanda-tanda akan datangnya pembeli ke tokonya.
“Yaa Tuhan… kenapa mesti sepi begini??” keluh Mak Karmi dalam hati.
Hari menjelang sore, tetapi selembar kain kafannya itu tetap saja tak terjual. Sampai pada akhirnya suara adzan berkumandang.
“Yah, terpaksa tutup tanpa membawa hasil apa-apa, aku harus makan apa besok?” gumam mak Karmi dalam hati.
Mak Karmi pun membereskan tokonya dan bersiap pulang ke rumah meskipun hanya dengan tangan kosong. Tampak raut wajahnya sangat bersedih. Bagaimana tidak? Mak Karmi adalah seorang janda yang tidak mempunyai anak. Dia terpaksa harus menghidupi dirinya sendiri untuk mencukupi kebutuhannya. Walaupun umurnya tidak lagi bisa dibilang muda karena telah menginjak kepala enam, Mak Karmi tetap saja bekerja keras dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Sebenarnya dia memiliki beberapa saudara yang bisa saja dengan mudah merawatnya dihari tuanya, tetapi dengan tegas Mak Karmi selalu menolak saat saudara-saudaranya meminta dia untuk berhenti bekerja dan tinggal dirumah mereka.
Seperti saat hari itu. Saat saudara-saudaranya berkunjung ke rumah Mak Karmi.
“Mak, mending mak ikut saya saja. Mak ini udah tua janganlah bekerja lagi, toh kita saudara-saudaramu masih bisa merawatmu mak” ujar seorang saudaranya.
“Kanapa aku harus ikut kalian? Aku masih bisa kok menghidupi diriku sendiri”
“Mak ini kalo dibilangin kok ngenyel sih? Mak ini kakak tertua kita, udah terlalu tua buat bekerja. Nanti kalau ada apa-apa sama mak kita gak tanggung lho” tegas seorang saudaranya lagi.
“DEGG!!” suara jantung Mak Karmi berdegup kencang.
“Apa maksudmu? Kamu mendoakan aku ada apa-apa? Jangan bicara aneh-aneh yaa kamu ini. Walau tua begini aku masih kuat dan bisa kok ngurus diriku sendiri” kata Mak Karmi dengan nada yang sedikit naik.
“Bukan begitu mak, kita saudara-saudaramu ini hanya khawatir dengan keadaanmu kalau sendirian begitu, apalagi mesti bekerja sendirian juga” kata seorang saudaranya menjelaskan lagi.
“Sudahlah, tidak usah berlebihan. Selama aku masih bisa bekerja, kenapa tidak aku lakukan? Aku tidak ingin ribut lagi hanya gara-gara masalah begini. Aku berterima kasih karena kalian sudah peduli denganku, tapi aku ingin berusaha sendiri. Toh aku juga masih kuat, pekerjaanku juga cuma menjual kain kafan, jadi tenang saja” kata Mak Karmi.
“Tapi mak…”
Belum selesai saudaranya berbicara, Mak Karmi langsung menyela.
“Pokoknya aku tidak akan ikut kalian, aku tidak ingin merepotkan siapapun walau saat hari tuaku sekalipun!” bentak Mak Karmi kepada saudara-saudaranya yang ingin merawatnya.
Kalau sudah seperti itu, mereka semua tidak dapat berbuat apa-apa karena memang sifat Mak Karmi yang keras sulit dilawan.

∞∞∞

Matahari mulai menampakkan wujudnya lagi pagi ini. Jam masih menunjukkan pukul 09.00 WIB. Mak Karmi pun sudah bersiap berangkat menuju tempat dimana dia selalu menunggu dan berharap akan adanya pembeli.
“Semoga saja, hari ini laris” doa nenek tua itu yang tanpa sadar mengharapkan seseorang meninggal dan membeli kain kafannya.
Perjalanan dia menuju ke toko kecilnya memang tidak begitu jauh, hanya perlu berjalan kaki sekitar 15 menit. Tapi perjalanan itu terasa sangat lama dan melelahkan karena Mak Karmi belum mengisi perutnya sejak kemarin. Dia tidak dapat membeli sekantung beras ataupun sebungkus nasi karena selembar kain kafannya dari kemarin sama sekali belum terjual. Tersendat-sendat namun tetap kuat itulah sosok Mak Karmi. Setelah sampai di toko, dia duduk di kursi seperti biasanya dan tentunya masih tetap menunggu. Hanya tersisa selembar kain kafan saja. Dia hanya mengharapkan satu kain kafannya itu terjual pagi ini agar dia bisa membeli sebungkus nasi sebagai pengganjal perutnya.
Pagi berlalu, berganti siang. Terlihat dari kejauhan sebuah mobil mendekat ke arah toko Mak Karmi. Senyum manisnya mulai terlihat diwajah Mak Karmi. Sudah lama rasanya dia tidak berwajah seperti itu. Pintu mobil terbuka dan keluarlah lelaki berbaju seperti sopir yang lalu membukakan pintu mobil belakang, dimana sang atasan berada. Seorang lelaki tinggi, gagah, dan berjas rapi keluar. Dia mulai mendekati Mak Karmi yang masih saja menebar senyum kegembiraan.
“Akhirnya ada pembeli…” seru Mak Karmi dalam hati.
“Ada perlu apa Pak?” tanya Mak Karmi segera setelah lelaki itu mendekat.
 “Disini menjual kain kafan yaa Bu?” tanya lelaki itu.
“Iyaa, Pak. Bapak mau beli?”
“Iyaa Bu… Tapi bukan buat saya mestinya. Buat anak saya yang meninggal karena kecelakaan pagi tadi”
“Ohh, baik Pak. Mau beli berapa meter yaa?”
“Uhm, kisaran 15 meter, Bu. Ada?”
“Waduh, kok gedhe sekali sih Pak. Apa gak kelebihan itu?”
“Lebih baik kelebihan Bu, daripada saya harus bolak-balik beli kan ribet”
Mak Karmi sepertinya mengerti pikiran bapak ini. Dia seorang pengusaha yang tidak ingin membuang waktunya hanya untuk membeli selembar kain kafan saja. Tetapi, apakah kain kafannya cukup untuk dibeli bapak itu? Mak Karmi hanya tinggal memiliki selembar kain kafan saja di lemarinya. Selembar kain kafan yang sudah beberapa hari ini tidak laku-laku. Dengan sigap, Mak Karmi membuka lemari dan mengambil selembar kain kafannya itu. Kain kafannya diiukur dan dilipat menjadi satu.
“Astagaa…. Kainnya kurang semester saja” batin Mak Karmi.
“Anuu… pak, ini kainnya tinggal 14 meter, bagaimana? Saya rasa cukup-cukup saja Pak untuk seorang anak” ujar Mak Karmi.
“Aduh, Bu. Kalau tidak ada 15 meter yasudah gak jadi…” kata bapak itu.
“Lhah kok gitu Pak? Kain kafan disini bagus lhoo… Kalau kurang bapak tinggal berjalan ke utara, sekitar 200 meter. Disana ada toko kain kafan juga, tapi yaa mbok kain ini jadi dibeli Pak. Saya beri dengan harga diskon”
“Maaf Bu, saya gak mau repo-repot. Kalau disini gak ada kain kafan 15 meter yaa saya cari yang lain saja yang beneran ada 15 meter. Maaf, permisi…”
Tanpa memperdulikan Mak Karmi yang membujuknya, bapak itu pun masuk ke mobilnya dan mulai berlalu.
“Cobaan apa ini yaa Tuhan? Kalau ada yang beli, kenapa harus kurang ukuran kainnya?” keluh Mak Karmi.
Wajah tuanya tampak lebih tua sekarang karena kesedihannya. Niatnya untuk dapat segera makan dengan uang dari penjualan kain kafannya pun pupus. Betapa sedih dan sakit hatinya Mak Karmi karena dia tidak juga segera dapat menjual kain kafannya yang hanya tinggal selembar saja.
Setelah itu, sampai larut malam pun tidak ada lagi pembeli yang mampir ke toko kecil Mak Karmi itu. Lagi-lagi Mak Karmi harus menahan lapar. Lagi-lagi pula Mak Karmi harus pulang dengan tangan kosong, tanpa sepeser uang pun di kantongnya. Lelah, lapar, dan sedih bercampur menjadi satu dalam hatinya. Ada juga sedikit rasa sesal dan marah.
“Kenapa sih tadi itu kainnya mesti kurang ukurannya?” gerutu Mak Karmi berkali-kali dalam perjalanannya pulang ke rumah.
Malam ini, tetap tidak ada makan malam dengan sepiring nasi ataupun makanan lainnya. Hanya secangkir teh tanpa gula, yang berusaha menenangkan perutnya yang tidak ada habisnya berbunyi bak kendang ditabuh. Di teras rumahnya, yang memang tidak terlalu besar, sambil memandang langit Mak Karmi berbisik “Yaa Tuhan, kumohon… Aku sangat lapar”. Dan tanpa terasa air mata Mak Karmi menetes. Malam itu begitu sunyi….

∞∞∞

“Kali ini harus laku!” ucap Mak Karmi dengan semangat.
“Aku harus dapat membeli makanan untuk makan malam hari ini” ujarnya lagi.
Seperti biasa, dengan berjalan perlahan Mak Karmi menuju ke tempat dia bekerja. Yaa, toko tua di ujung perempatan jalan itu. Tetapi, hingga matahari berada tepat diatas ubun-ubun kepala, belum ada tanda kedatangan pembeli.
“Huft, aku mulai lelah” kata Mak Karmi sesaat sampai datangnya sebuah motor yang berhenti di depan tokonya.
“Bu, apa disini jual alat pemakaman?” tanya seorang pemuda dengan tergesa setelah turun dari motornya itu.
“Iyaa dek, disini jual kain kafan. Mau beli berapa meter?”
“Haa? Kain kafan saja bu? Apa gak ada bunga atau batu nisan gitu?’
“Yaa ampun dek, disini cuma jual kain kafan saja. Mau beli berapa meter?” tanya Mak Karmi mulai tak sabar.
“Ah, maaf bu. Saya udah beli kain kafan buat pemakaman adik saya. Sekarang saya cuma butuh bunga dan batu nisan. Permisi…”
Tanpa pikir panjang lagi, pemuda itu berlalu. Yang tersisa hanya Mak Karmi yang semakin muram karena dia gagal lagi menjual selembar kain kafannya.
“Yaa Tuhan, aku butuh seseorang atau siapapun yang akan memakai kain kafanku ini. Jangan Engkau persulit hidupku seperti ini. Tuhan, haruskah aku mengemis? Haruskah aku mengemis demi mendapatkan sesuap nasi?” keluh Mak Karmi yang mulai putus asa.
“Malam ini aku harus makan apa? Perutku ini sudah tidak kuat lagi Tuhan… Aku tidak tahan lagi…” batin Mak Karmi.
Sungguh, Mak Karmi meneteskan air matanya lagi hari itu. Nenek yang telah berusaha untuk tetap tegar itu, akhirnya benar-benar berputus asa.

∞∞∞

Waktu terus berlalu. Dan tiga hari setelah kejadian itu, akhirnya sesuai dengan keinginan Mak Karmi, ada juga seseorang yang memakai selembar kain kafannya. Siapa? Mak Karmi. Dialah yang akhirnya memakai selembar kain kafannya yang selama ini berusaha dia jual sendiri. Tetangga menemukan Mak Karmi tergeletak dirumahnya dengan keadaan yang menyedihkan, dengan tangan memegang perutnya. Mak Karmi diduga telah mati kelaparan, karena dalam usianya yang senja, dia tidak makan lebih dari lima hari. Saudara-saudaranya merasa sangat menyesal karena membiarkan wanita tua itu mati kelaparan. Tetapi semua itu telah berakhir, perjuangan Mak Karmi untuk menjual selembar kain kafannya tidak akan lagi ada karena selembar kain putih itu telah dia pakai sendiri untuk pemakamannya. Saudara-saudaranya datang untuk menguburkan dan mendoakan agar Mak Karmi tidak lagi mengalami penderitaan yang sama di dalam kuburnya nanti. Dan semoga tidak akan ada lagi Mak Karmi Mak Karmi lain yang mengalami nasib yang sama dengan Mak Karmi, si nenek penjual kain kafan.




---------------------selesai---------------------



HAHAHHHHAAAAAAAA ~
cuma bisa ngakak tok ,
daaaaadaaahh ~ :D/

Sabtu, 23 April 2011

Never Never Give UP !!

Gak kerasa sebtu lagi. Elehh prasaan baru kemaren seneng-seneng mau liburan ehh tau tauu "sreeettt" jarum jam muter cepet bangjeet kayak bencong dikejer satpol pepe "TETOOT!! waktu abis buat seneng seneng mbak bangun bangun dari tidur mbakk -__- Arrghh , tapi enjoy apaan?? liburan gak liburan sama waek dingg ==" Jujurr liburan banyak tugas itu menyiksa batin dan raga ku [?] #oponeh?

Tadi masuk skolah , nanggung bangjet deh mbok skolah ngliburin skalian seminggu kek , ini pakek acara sebtu "nyempil"masuk sgala lagi, orang pegawai negeri aja tiap sebtu libur kok , ngapain skolah musti tetep masuk yaa?? -,- #plaakk. Sumapaah yaa, aku pengen gamasuk tadi tapi...... Inget selembar kertas yang bikin nyesek di hati #lebaymeneh. Gausahh dibahas, ntar ada yang baca post ini trus ngeledekin dimana mana , siapaa yaa?? Hanya Tuhan, saya, dan si do'i yang merasa yang tau #halah.

Sebtu di skolah emang hari pualing puaalingg santaaii , benarkah?? Sampai saat ini tetap masih begitu sihh, Ehh tau gak kalo ngurusin jenazah itu kadang bisa bikin p*rn* #sensor lhoo. Heran toh?? aku dewe yo bingung kok -,- Tapi tadi pas mapel agama gak sperti sebtu biasanya, soalne bocah bocah yang biasanya ngefafifuu di klas "diredam" seketika mulutnya oleh penjelasan pak XXXXX. Beliau ngejelasin soal pengurusan jenazah blablaalaa , yang harusnya sih saat saat begono teh prasaan kita serem yaak inget waktu mati, pocongan etc prasaan kayak nonton film horor pokok e. TAPII.... ini lainn ,dengan ulah "konyol" bapak guru agama yang usianya tidak lagi ehem muda ,yang harusnya kayak kyai kyai di tipi . dia ngejelasin pengurusan jenazah dengan basa yang lagi lagi di luar nalar ==" [prasaan smua yang deket'an ma aku di luar nalar deh -.-] Nyangkut nyangkut rada mes*m sgala lhooo, bayangin daahh ?? macem mana pula itu .__. Tapi #lagi justru garagara kemes*m'an nya itu sang guru bercoleteh panjang lebar, ngalor ngidul ,ngetan balik ngulon sak karep'e dewek iki tetep waek dirungok'e alias didengerin -__- Hebat lhoo?/ jarang jarang murid jaman skarang [trutama tipe kayak aku] ngedengerin FULL tanpa cacat sedikit pun waktu guru ngejelasin PLOK PLOK PLOKK beri beliau aplos jamaah \:D/ Bahkan nih, dengan cara begiru entah mengapa pelajaran yang awalnya bikin murid ngefafifuu sendiri, bikin klas kayak pasar wannna be itu bisa lenyap hanyut terdiamm bak air megalir tenang di sungai #asshmbuh. Cuma kadang terdengar suara "guyu cekakakan" termasuk saya kok tenang sajaa -,- Don't ask "why" soalne yaa adaa dehh , ndak yang baca ikutan seneng kok :p

Udah ahh, soal tugas nih tinggal 1 tugas gak kelar kelar deh HAAHAA #tertawapait -__- Yaa, tugas yang ku posting kemaren ==" Gimana yaa biar cepet kelar?? ampe seteres stadium bakwan aku ngerjain nyaa :__:
HAAAAAAAAHHHHHHHHHH ~ #ngabab'i#plaakk

CHAIYAA CHAIYAAA ~ #ranyambung

doakann yaa tugasku cepet slese biar aku bisa main lagi, apalagi ama anak anak YUI Lovers Solo. Lama banget gamaen bareng , kangeennn ~ >__<
doakan jugaa moga aku bisa ngerjain ulangan seminggu ke depan , minggu depan FULL tema skolah "ULANGAN" HAHAAA #tawaperih -___-

DOAKAN DOAKANN YAA SEMUAA ~ 
#mintak doa sapa ?? -,-

ah ahh TOTTEMO DAISUKI MINNAA !!?? :* #mekso
AITAKUTEEE... KOISHIKUTEE....~ 
>___<

SEMANGAT !!??

Kamis, 21 April 2011

Wo[MAN] is Wonder Woman

Hari ini , tanggal 21 April 2011 nyaris saja aku lupa lhoo kalo gak liat status teman temanku di FB [maap, buta tanggal] =="
Sangat simple, aku ingin mengucapkan "Selamat hari Kartini" pada semuanyaa ,
para perempuan Indonesia yang selalu berjuang...
para perempuan Indonesia yang selalu tersenyum....
para perempuan Indonesia yang selalu berusaha tidak diremehkan kaum laki-laki....
para perempuan Indonesia yang sebenarnya lebih hebat dari para lelaki B) #plaakk [digampar cowok cowok] HAHAA

WE ARE WONDER WOMAN !!? \:D/ 

Siapa Kartini? Dia adalah sosok perempuan Indonesia yang sangat keren [kata remaja jaman sekarang] Mulai dari nol, beliau memperjuangkan nasib perempuan Indonesia, yang dulunya sangat direndahkan.
Dan untuk memperingatinya, hari dimana perempuan mulia itu lahir ,tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, yakni Hari Perempuan Indonesia :))

Khususnya,..
Berbicara soal Hari Perempuan ,...
Aku ingin sekali mengucapkan "Selamat Hari Kartini" pada ibuku sendiri. Dia adalah perempuan sangat HEBAT dalam hidupku, orang yang sangat aku sayang dan menyanyangiku, melahirkanku, mengasuhku, dan banyak hal yang perempuan itu lakukan dalam hidupku. Ibu adalah sosok perempuan yang kuat, selain mengurus rumah tangga dia juga masih bekerja. Hebat kan??
Memberi semua yang kuminta, tanpa mengharapkan kembali.....
Sebagai contoh saja, saat kita pergi ke warung untuk makan sepiring nasi dan minum segelas air putih saja, kita harus membayarkan?? Tapi di rumah, Ibu selalu menyiapkan makanan, lauk pauk, minuman, dan kadang lengkap dengan buah atau semacamnya. Dan apa kita harus membayar semua itu? Tentu tidak kan? Itu yang dinamakan "keikhlasan", keikhlasan seorang Ibu selalu memberi tanpa berharap diberi imbalan sedikitpun. Mana ada saat kita mau makan di rumah, ada suara "Adek, semuanya 10ribu??" Konyol, kalau ada...
Mungkin kita tidak pernah sadar itu, kita terlalu sombong dengan menganggap makanan dan sebagainya yang tersedia di rumah adalah hal biasa yang memang seharusnya ada. Hahaa betapa bodohnya kalau kita berpikir begitu. Kalau lapar tinggal makan, kalau gak habis dibuang. Tidak menghargai yaa....?
Mungkin, yang Ibu harapkan dariku adalah aku bisa menjadi orang yang berakhlak baik yang berguna bagi semua orang, sukses dikemudian hari, atau malah dia berdoa agar anaknya kelak mempunyai kehidupan yang jauh lebih baik dari dia? Wallahualam, yang pasti setiap ibu di dunia ini musti berharap yang terbaik buat anaknya, sejahat, sekejam apapun dia , aku yakin itu...

Jadi,...
Bisakah kita lebih menghargai Ibu kita??
Aku sedang "berusaha untuk melakukannya dengan baik" karena aku sangat menyanyangi Ibuku :))
Seperti apapun Ibu kita, bagaimanapun keadaannya, itu TIDAK AKAN PERNAH merubah bahwa kita adalah anaknya,.. yang semestinya bersikap lembut , menghormati, dan melindunginya...
Karena aku yakin Ibu juga seperti perempuan lainnya, lemah,.. sekuat apapun Ibu, dia adalah wanita... yang mungkin hanya berusaha selalu tersenyum dan tertawa menutupi segala hal yang mebuatnya sedih, tapi tahukah kalian?? Saat malam, saat semua orang terlelap, Ibu diatas sajdahnya berdoa, meneteskan air mata....
Adakalanya, hal yang membuatnya menangis justru kita, anaknya... Tapi kenapa yaa?? Seberapa sering kita membuat Ibu sedih, menangis, seberapa sering juga tingkah "tak peduli" kita padanya, sejahat apapun kita padanya, Ibu tetap menyanyangi kita, anaknya ?? Itulah KEHEBATAN IBU :D

HAHAA...
aku jadi kelihatan sok gini lagi dehh, auk agh suremm =="
capekk....


I'm WOMAN and I'm PROUD [?]
#abaikan

Pokok'e ...

HAPPY KARTINI'S DAY !!?? \:D/

Sabtu, 16 April 2011

Si Rebo Candle Light Dinner [?]


                 Wuaah , Rebo malem yang indah ini ~~ akhirnya riyan cs (pemain tim sepak bola SMARATUR ) nepatin janji juga ngajak eating eating so lazy, seek assekk. Jatah gaji suporter. ilegal dibayar tunai ini. Saya rasa hal ini menambah kedekatan so lazy lhooo~ Walo emang gabisa smua diajak sih , yaa maklum laa namanya juga kantong pelajar. Maap bangjet buat anak anak yang gaikut , bukan pelit ato apa tapi tau ndiri laa kalo sklas ngikut smua bisa bisa makan enak endingnya nyuci piring surem kan ?? HAHAA
                Niatnya sihh mau “Candle Light DInner” [?] di SosNag a.k.a Sosis Naga tapii entahlaa tujuan brubah , mungkin juga garagara kantong kalik yaa ?? plaakk. Akhirnya kite kite ke HIK LS dehh. Ehh ehh walo just nge-HIK in action , jangan liat tempatnya yang penting kebersamaanya dongg [ralat : kegilaannya]. Yang namanya so lazy dimana mana kalo ga bikin malu ga afdol kalik yaa?? Trutama bang beta , joel, arma , mubbi etc ,. Bukannya bisa jaga sikap di luar tapi tetep ajaa “EXTREAM” HAHAA
Ini nih "sedikit" suasana kita disana , semoga kebersamaan kita tetap terjaga kawan ,
I heart you all :))





Minggu, 10 April 2011

Bersyukur dengan Mata


“Yaa Allah , apakah dunia ini benar benar adil ?”

Pertanyaan itu yang selalu muncul dipikiranku saat aku melihat kehidupan disekelilingku. Bagaimana mungkin bagi orang orang itu , uang dua ribu rupiah saja sangat berharga , akan tetapi bagiku uang itu terlalu kecil harganya.

Yaa Allah….

Andai Engkau bisa memberikan harga kehidupan yang seadil-adilnya , dimana di dunia ini tidak ada lagi orang yang merasa kekurangan , dimana semua kebaikanlah yang menang , mungkin duniaku tidak seperti ini. Dunia kita sekarang tidak seperti ini…

Mereka yang dengan mudah mendapatkan uang , dengan mudah juga mereka hamburkan. Mereka yang selalu tertawa puas dan bahagia laksana hidup dalam surga dunia . Mereka yang sangat sedikit sekali mau mengerti dan memberi.  Apakah mereka juga melihat betapa berharganya sesuatu yang mereka buang dengan percuma.? Ataukah mereka tidak mau melihatnya dan peduli ?

Yaa Allah…

Bisakah?

Bisakah sedikit saja Engkau bukakan mata mereka semua . Mereka yang dengan kesombongannya menganggap semuanya mudah . Tanpa tahu ataukah tidak mau tahu bahwa tidak semua orang di dunia ini memilikinya.

Banyak… 

Sangat banyak ternyata orang yang hanya untuk mendapatkan secuil uang saja , menguras tenaga , bekerja bekerja dan bekerja . Tanpa peduli lelahnya, tanpa peduli berapa hasilnya, tanpa peduli perut nanti terisi apa , mereka tetap berusaha keras dengan sedikit PENGHARAPAN hidup mereka kelak akan berubah lebih baik.
Sedangkan di lain pihak , banyak juga orang yang dengan mudahnya menghamburkan beribu , ratusan , jutaan mungkin juga milyaran uangnya, untuk hal hal yang menurutku bukan hal yang sebanding dengan mereka yang membutuhkannya. Dan dengan egoisnya mereka semua berharap kebahagiaan itu tidak akan pudar dan akan terus bertambah.

Yaa Allah…

Aku juga bukan manusia sempurna , yang dengan tegasnya menghujat bahwa itu salah. Aku hanya sedikit merasa itu semua terlalu sulit untuk dikatakan adil, itu berbanding terbalik dengan perjuangaan mereka semua yaa Allahh….

Seperti bagaimana rasanya jika orang yang sangat sangat membutuhkan itu ,justru melihat apa yang mereka dambakan dibuang percuma oleh orang lain?

Mereka menangis  Yaa Allah . Menangis dengan betapa sedih dan kecewanya..
Apakah itu adil?

Yaa Allah…

Aku yakin Engkau mendengar setiap doa doa mereka . Karena aku tahu Engkau tidak pernah tidur ataupun berpura pura tak tahu. Engkau selalu Melihat kan?? 

Andai Engkau bisa langsung mengabulkan setiap permintaan mereka. Mereka yang sangat membutuhkan dan kekurangan. Apa itu tidak mungkin?? Tidak , di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kan ? Hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin jika kita berusaha kan?

Yaa Allah….

Kenapa ?

Kenapa sangat sedikit orang mau mengerti bahwa kita hidup untuk sesama?

Kenapa juga banyak orang kurang puas dengan apa yang dimilikinya ? Yah, manusia memang bukan makhluk yang mudah puas dengan apa yang diterimanya , tapi bisakah mereka merasa bersyukur sedikit saja ? Rasa kurang kurang dan kurang terus pada akhirnya juga akan menyengsarakan orang lain kan ?  Seperti drama yang sangat terkenal “KORUPSI”

Yaa Allahh….

Mungkin aku bisa belajar mengenal hidupku dari MATA ku sendiri . Kenapa mata tidak terletak diatas ataupun dibawah? Dan kenapa mata diletakkan di depan? Mungkin , mata tidak terletak diatas kepala itu agar aku tidak melihat terus ke atas dengan perasaan kurang dan kurang. Mata tidak juga terletak dibawah kepala agar aku tidak merasa sombong dengan apa yang telah kumiliki . Tetapi, MATA ini terletak di DEPAN agar aku bisa melihat sekeliling ku , melihat betapa aku jauh lebih beruntung dibanding mereka semua, betapa seharusnya aku bisa berbagi dan membagi. Agar kelak kehidupan yang benar benar ADIL bisa terwujud. Yakk, memulai dari diri sendiri jauh lebih baik untuk merubah sesuatu…

Ini hanya sebuah tulisan yang kutulis setelah melihat begitu banyaknya kejadian disekelilingku. Mungkin aku juga salah , dengan menulis ini seperti orang yang sok tahu segalanya. Tetapi , Aku tidak pernah bermaksud menggurui atau bersikap sok , aku hanya merasa.....

“apa kita sudah bersyukur sekarang ?”


Sabtu, 09 April 2011

Love Letter



Yahh , akhirnya aku nulis juga tentang keseharianku , rada males sih tapi kok perkataan Bu XXXXX [Guru basa Indo] terngiang terus yaa “Kalian harus dapat membiasakan diri menulis , jangan sia siakan masa muda kalian!??” apa gitu maksud yang ditekanin itu ? .__. Yowess , wong emang gaada salahnya juga aku nulis , yak idep idep nyari rutinitas laa [?] sekalian ngeksis , curhat ame menuhin ini blog :DD
Sekolah , sekolah  , dan sekolahh!!? Yaa cuma itu kegiatanku =”= #melasamet  Tapi entah mengapa , saya enjoy aja kok . Apalagi sekarang ini aku ngrasa cucok bangjet ame sekolahku , kelasku , teman temanku semuanya laa kecuali guru yang soo lazy , yang bisanya cuma nge fafifu’in murid , yang bisanya ngasih tugas numpuk ;__; #yang ini mah musuhnya semua murid -,- Wuuaahhhh ~ menurutku sih murid jaman sekarang malah ANTI yang namanya tugas sih #termasuk diriku laa Coba cari wae laa mana ada murid yang treak “Seek assekk tugasku tambah banyak lhoo” itu murid sarap -__- HAHA
Kelasku tercinta #huwekk “Sebelas Sosial 5” ato biasa kite kite panggil So Lazy [Sos Lima So Sexy] :DD Ehh eh jangan salah lhoo walo namanya So Lazy alias sangat malas tapi isi kelasnya murid puinterr puinterr’e powl :P #AMINN!! Tapi yaa yang namanya kelas mah tetep aja hobi nge’pasar [rame ala pasar pasar gitu dweh maksunye] yaitu laa keasikan kelas , tapi ada sih yang “dianggep” gak kompak. Maksudnya teh yaa ada laa anak yang rada gabisa diajak kerjasama dalam beberapa hal , contohnya ngliburin diri [red: mbolos] Kan gaasik toh kalo yang mbolos pengennya bareng bareng ehh ternyata ada aje yang berkhianat masuk skolah #walo emang gabole sih -__- HAHA
Hahh , ngomongin bolos , aku ame teman teman kena sanksi lhoo garagara mbolos kemaren. Ceritanya sih kita jadi surporter sepak bola illegal gitu dweh sayongss \:D/ #malahbangga Yah , tak apa laa namanya juga murid skali skali mah mbolos gapapo toh :P #alibi Akhirnya kita dapet “Surat Cinta” eh Surat Pernyataan dari skolah , disuruh tandatangan ortu bla blaa blaa gepe ==” apaan!??  Murid bodoh mana yang mo bilang ke ortu dengan pedenya “ehh babe aku dapet surat pernyataan sanksi lhoo garagara abis mbolos kemaren , tanda tangan sini sini yuuk !” #jderrr sapu dipojok bisa langsung mlayang ke muka nih ,__, Entahlaa , ntar nasib suratnya gimana , tapi daripada sapu nyosor ke muka ku mending EHEM #smileevil HAHA :P Yayaa gapapo mbolosnya itu berbuah manis kok , tim sepak bola sekolahku dapet juara 1 seKota J) Apalagi nih yang ngebahagiain , pemain inti nya si Rian, om pahmi , gultom , dan aliph dari kelasku itu mo bagibagi rejeki ke kita kita para penggembira lapangan :P Itu namanya “jatah gaji” dibayar tunai ! MUAHAHAA Moga aje jadi yak !? #AMINAMINAMINNN >,<

I Love My LIFE and I Heart THEM :*