Minggu, 10 April 2011

Bersyukur dengan Mata


“Yaa Allah , apakah dunia ini benar benar adil ?”

Pertanyaan itu yang selalu muncul dipikiranku saat aku melihat kehidupan disekelilingku. Bagaimana mungkin bagi orang orang itu , uang dua ribu rupiah saja sangat berharga , akan tetapi bagiku uang itu terlalu kecil harganya.

Yaa Allah….

Andai Engkau bisa memberikan harga kehidupan yang seadil-adilnya , dimana di dunia ini tidak ada lagi orang yang merasa kekurangan , dimana semua kebaikanlah yang menang , mungkin duniaku tidak seperti ini. Dunia kita sekarang tidak seperti ini…

Mereka yang dengan mudah mendapatkan uang , dengan mudah juga mereka hamburkan. Mereka yang selalu tertawa puas dan bahagia laksana hidup dalam surga dunia . Mereka yang sangat sedikit sekali mau mengerti dan memberi.  Apakah mereka juga melihat betapa berharganya sesuatu yang mereka buang dengan percuma.? Ataukah mereka tidak mau melihatnya dan peduli ?

Yaa Allah…

Bisakah?

Bisakah sedikit saja Engkau bukakan mata mereka semua . Mereka yang dengan kesombongannya menganggap semuanya mudah . Tanpa tahu ataukah tidak mau tahu bahwa tidak semua orang di dunia ini memilikinya.

Banyak… 

Sangat banyak ternyata orang yang hanya untuk mendapatkan secuil uang saja , menguras tenaga , bekerja bekerja dan bekerja . Tanpa peduli lelahnya, tanpa peduli berapa hasilnya, tanpa peduli perut nanti terisi apa , mereka tetap berusaha keras dengan sedikit PENGHARAPAN hidup mereka kelak akan berubah lebih baik.
Sedangkan di lain pihak , banyak juga orang yang dengan mudahnya menghamburkan beribu , ratusan , jutaan mungkin juga milyaran uangnya, untuk hal hal yang menurutku bukan hal yang sebanding dengan mereka yang membutuhkannya. Dan dengan egoisnya mereka semua berharap kebahagiaan itu tidak akan pudar dan akan terus bertambah.

Yaa Allah…

Aku juga bukan manusia sempurna , yang dengan tegasnya menghujat bahwa itu salah. Aku hanya sedikit merasa itu semua terlalu sulit untuk dikatakan adil, itu berbanding terbalik dengan perjuangaan mereka semua yaa Allahh….

Seperti bagaimana rasanya jika orang yang sangat sangat membutuhkan itu ,justru melihat apa yang mereka dambakan dibuang percuma oleh orang lain?

Mereka menangis  Yaa Allah . Menangis dengan betapa sedih dan kecewanya..
Apakah itu adil?

Yaa Allah…

Aku yakin Engkau mendengar setiap doa doa mereka . Karena aku tahu Engkau tidak pernah tidur ataupun berpura pura tak tahu. Engkau selalu Melihat kan?? 

Andai Engkau bisa langsung mengabulkan setiap permintaan mereka. Mereka yang sangat membutuhkan dan kekurangan. Apa itu tidak mungkin?? Tidak , di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kan ? Hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin jika kita berusaha kan?

Yaa Allah….

Kenapa ?

Kenapa sangat sedikit orang mau mengerti bahwa kita hidup untuk sesama?

Kenapa juga banyak orang kurang puas dengan apa yang dimilikinya ? Yah, manusia memang bukan makhluk yang mudah puas dengan apa yang diterimanya , tapi bisakah mereka merasa bersyukur sedikit saja ? Rasa kurang kurang dan kurang terus pada akhirnya juga akan menyengsarakan orang lain kan ?  Seperti drama yang sangat terkenal “KORUPSI”

Yaa Allahh….

Mungkin aku bisa belajar mengenal hidupku dari MATA ku sendiri . Kenapa mata tidak terletak diatas ataupun dibawah? Dan kenapa mata diletakkan di depan? Mungkin , mata tidak terletak diatas kepala itu agar aku tidak melihat terus ke atas dengan perasaan kurang dan kurang. Mata tidak juga terletak dibawah kepala agar aku tidak merasa sombong dengan apa yang telah kumiliki . Tetapi, MATA ini terletak di DEPAN agar aku bisa melihat sekeliling ku , melihat betapa aku jauh lebih beruntung dibanding mereka semua, betapa seharusnya aku bisa berbagi dan membagi. Agar kelak kehidupan yang benar benar ADIL bisa terwujud. Yakk, memulai dari diri sendiri jauh lebih baik untuk merubah sesuatu…

Ini hanya sebuah tulisan yang kutulis setelah melihat begitu banyaknya kejadian disekelilingku. Mungkin aku juga salah , dengan menulis ini seperti orang yang sok tahu segalanya. Tetapi , Aku tidak pernah bermaksud menggurui atau bersikap sok , aku hanya merasa.....

“apa kita sudah bersyukur sekarang ?”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar