Jumat, 18 Januari 2013

Tree for Dream


 Teriknya panas matahari seperti tak menyurutkan niat seorang gadis untuk terus duduk termenung sendirian disini. Tatapannya kosong begitu dalam, dia seperti batu yang tenggelam dalam pikirannya sendiri. Tingkah yang aneh, pikirku. Tak berselang beberapa lama, dia membuka tas lalu mengambil kertas dan sebuah pena. Gadis itu sibuk dengan kedua benda tersebut. Entah apa yang ditulisnya tetapi cukup membuatnya terhanyut dalam keseriusan seperti itu.
“Hufft” terdengar nafas panjang. Kemudian kulihat dia melipat kertas itu dan memasukkannya ke dalam sebuah kotak kayu kecil.
“Semoga ini dapat tumbuh..” bisiknya sambil membuat sebuah lubang di tanah dan mengubur kotak itu disana.
“Oh jadi dia mengubur kotak itu di dalam tanah agar itu tumbuh, apa dia gila?” pikirku dalam hati. Gadis itu beranjak pergi dengan meninggalkan pertanyaan besar dalam pikiranku.

---