Teriknya panas matahari seperti tak
menyurutkan niat seorang gadis untuk terus duduk termenung sendirian disini. Tatapannya
kosong begitu dalam, dia seperti batu yang tenggelam dalam pikirannya sendiri.
Tingkah yang aneh, pikirku. Tak berselang beberapa lama, dia membuka tas lalu
mengambil kertas dan sebuah pena. Gadis itu sibuk dengan kedua benda tersebut. Entah
apa yang ditulisnya tetapi cukup membuatnya terhanyut dalam keseriusan seperti
itu.
“Hufft” terdengar nafas panjang.
Kemudian kulihat dia melipat kertas itu dan memasukkannya ke dalam sebuah kotak
kayu kecil.
“Semoga ini dapat tumbuh..” bisiknya
sambil membuat sebuah lubang di tanah dan mengubur kotak itu disana.
“Oh jadi dia mengubur kotak itu di
dalam tanah agar itu tumbuh, apa dia gila?” pikirku dalam hati. Gadis itu
beranjak pergi dengan meninggalkan pertanyaan besar dalam pikiranku.
---