Bukan
keahlianku untuk menulis sebuah puisi atau semacamnya. Jangankan menulis puisi,
menulis sesuai EYD wae aku amburadul. Bahasa itu tak sesimpel
kelihatannya kok. Buktinya waktu sekolah, nilai Bahasa Indonesiaku nggak
kece-kece banget. Toh, selama aku sekolah, aku juga belum pernah denger temenku
dapet nilai Bahasa Indonesia seratus alias perfect. Terlepas dari
bagaimana aku berbahasa, aku ingin sedikit ngucapin special thing buat
seorang kakak yang berulang tahun, sebulan lalu sih tepatnya. Maaf kalau ini agak ngawur.
Yah, emang dia bukan kakakku.Yojelas. Nduwe sedulur siji
wae mumet, po meh njaluk tambah? But, seenggaknya dia sudah kuanggap kaya
saudaraku. Mbak ketemu gedhe.
Sekitar satu bulanan yang lalu, mbak ini berulang tahun dan
aku belum ngucapin tetek-bengek berbau ulang tahun gitu. Sama sekali belum
sampai detik ini. Mungkin dia mikir, “iki konco po dudu?”. Bukannya nggak tahu
atau nggak peduli sih, tapi kebiasaan. Dari dulu kalau temenku ulang tahun emang
sengaja ngucapin belakangan. Kubilang terlalu mainstream kalau tepat ulang
tahunnya kita ngucapin begituan, apalagi tepat jam 12 malem. Sok-sokan jadi
yang spesial gitu deh. Maklum aku bukan ikan mati ataupun sampah yang harus selalu mengikuti arus sungai. Sangerr nde omongane. Bukan ngeles loh.
Bagiku, bukan masalah cepat-enggaknya ucapan Selamat Ulang Tahun, terpenting niat mendoakan itu tulus. Yora? Lah nggeh noh.
Usia bertambah, bukan berarti bertambah kedewasaan. Belajar
dewasa itu sulit. Apalagi menginjak kepala dua, aku rasa dia cukup matang dalam
menjalani hidup. Dia selalu terlihat cuek tetapi bukan berarti tak peduli. Mungkin dia terlalu
nyaman dengan dunianya.
Tetap jadi seorang kakak yang tak berhubungan darah namun bisa romantis. Tetap
jadi wanita muslimah dengan balutan kesederhanaan. Tetap jadi seorang Arum yang
memberi keharuman sekitarnya, tentu sesuai namanya. Bukankah dibalik nama tersimpan
harapan? Yah, tak perlu perayaan karena memang tak perlu
dirayakan. Hanya perlu kotak penyimpan rasa syukur yang besar. Dimana hidup
masih tetap terjaga. Panjatan doa-doa terucap di hari kelahiran merupakan suatu
berkah yang jauh lebih penting dibandingkan kado ataupun kue tart. Mungkin tak
berwujud nyata hari ini, tapi semoga dapat terwujud nyata suatu hari kelak.
Semoga, semoga, dan semoga. Amin.
![]() | |
| just simple orek-orekan. This is PANDA!! |
Selamat memasuki kepala dua, mbak panda!!
Semoga hidup dapat lebih bermanfaat...
Salam manis dari dedek termanis


ton of thanks for you, dedek mon :')
BalasHapusaku kira kau tak tahu loh. jadi aku fine fine aja XDDD
trus aq trus aq? aq piye? (siapa gue?)
BalasHapus