Minggu, 17 Februari 2013

Birth (pan)day

Bukan keahlianku untuk menulis sebuah puisi atau semacamnya. Jangankan menulis puisi, menulis sesuai EYD wae aku amburadul. Bahasa itu tak sesimpel kelihatannya kok. Buktinya waktu sekolah, nilai Bahasa Indonesiaku nggak kece-kece banget. Toh, selama aku sekolah, aku juga belum pernah denger temenku dapet nilai Bahasa Indonesia seratus alias perfect. Terlepas dari bagaimana aku berbahasa, aku ingin sedikit ngucapin special thing buat seorang kakak yang berulang tahun, sebulan lalu sih tepatnya. Maaf kalau ini agak ngawur.


Yah, emang dia bukan kakakku.Yojelas. Nduwe sedulur siji wae mumet, po meh njaluk tambah? But, seenggaknya dia sudah kuanggap kaya saudaraku. Mbak ketemu gedhe.

Sekitar satu bulanan yang lalu, mbak ini berulang tahun dan aku belum ngucapin tetek-bengek berbau ulang tahun gitu. Sama sekali belum sampai detik ini. Mungkin dia mikir, “iki konco po dudu?”. Bukannya nggak tahu atau nggak peduli sih, tapi kebiasaan. Dari dulu kalau temenku ulang tahun emang sengaja ngucapin belakangan. Kubilang terlalu mainstream kalau tepat ulang tahunnya kita ngucapin begituan, apalagi tepat jam 12 malem. Sok-sokan jadi yang spesial gitu deh. Maklum aku bukan ikan mati ataupun sampah yang harus selalu mengikuti arus sungai. Sangerr nde omongane. Bukan ngeles loh.

Bagiku, bukan masalah cepat-enggaknya ucapan Selamat Ulang Tahun, terpenting niat mendoakan itu tulus. Yora? Lah nggeh noh.

Usia bertambah, bukan berarti bertambah kedewasaan. Belajar dewasa itu sulit. Apalagi menginjak kepala dua, aku rasa dia cukup matang dalam menjalani hidup. Dia selalu terlihat cuek tetapi  bukan berarti tak peduli. Mungkin dia terlalu nyaman dengan dunianya.

Tetap jadi seorang kakak yang tak berhubungan darah namun bisa romantis. Tetap jadi wanita muslimah dengan balutan kesederhanaan. Tetap jadi seorang Arum yang memberi keharuman sekitarnya, tentu sesuai namanya. Bukankah dibalik nama tersimpan harapan? Yah, tak perlu perayaan karena memang tak perlu dirayakan. Hanya perlu kotak penyimpan rasa syukur yang besar. Dimana hidup masih tetap terjaga. Panjatan doa-doa terucap di hari kelahiran merupakan suatu berkah yang jauh lebih penting dibandingkan kado ataupun kue tart. Mungkin tak berwujud nyata hari ini, tapi semoga dapat terwujud nyata suatu hari kelak. Semoga, semoga, dan semoga. Amin.


just simple orek-orekan. This is PANDA!!


Selamat memasuki kepala dua, mbak panda!!
Semoga hidup dapat lebih bermanfaat...  


piss, love, and kece!


Semoga kata "semoga-semoga" yang terucap dapat segera terwujud. Amin.



Salam manis dari dedek termanis

2 komentar:

  1. ton of thanks for you, dedek mon :')

    aku kira kau tak tahu loh. jadi aku fine fine aja XDDD

    BalasHapus
  2. trus aq trus aq? aq piye? (siapa gue?)

    BalasHapus