Sabtu, 21 April 2012

Good Bye Good Friend

"Hidup ini indah ketika aku menutup mata...."

Saat mata tertutup, banyak hal terbayang

Membayangkan masa yang terlewat, masa yang dirindukan,
Membayangkan kebahagiaan tentang mimpi-mimpi yang ingin kita capai,
Membayangkan hal-hal indah yang ingin kita lihat,

Dan yang terpenting adalah membayangkan bertemu orang-orang yang tak akan dapat kita temui,
meskipun saat mata terbuka...


Indah. Sangat indah bukan?
Jika kita dapat melihat semua itu di saat mata tertutup dan juga terbuka,
Tapi apa mungkin? Mungkinkah manusia mendapat bahagia abadi seperti itu di dunia?
Tentu mustahil.
Seperti berharap dapat merengkuh dunia dalam sekejap
Atau seperti berharap adanya hujan ketika musim kemarau tiba,
Tidak mungkin. Itu pasti.

"Saat aku mulai menutup mata apakah aku dapat membuka mataku kembali nanti?"

Pertanyaan ini, terkadang membelenggu bak jeruji besi
Besi ketakutan akan kematian
Takut akan tertutupnya mata. Selamanya.

Akan tetapi sebagian orang. 
Berharap menutup matanya lebih cepat
Mereka para pengecut kehidupan
Hanya bermodal alasan bodoh,
Kata menyerah terlihat bergitu gamplang diucapkan

Sedangkan di lain pihak,
Sebagian orang lagi berharap hidup lebih lama
Berharap dapat menikmati hidup jauh lebih lama

Dunia yang aneh,
Dimana harapan manusia seperti hitam dan putih
Seperti sebuah titik yang tak akan dapat menjadi sebuah garis

Mungkin. 
Hidup akan terasa berharga saat kita membayangkan orang sekitar
Betapa sedih dan harunya mereka ketika melihat kita terbujur kaku
Di dalam sebuah peti kayu. Tertimbun tanah. Bisu.
Yaa. Bisu karena mereka hanya dapat menemani tanpa kata
 
Menyanyat hati 
Ketika kita tahu bahwa kita belum dapat membahagiakan orang-orang itu
Membahagiakan orang-orang tersayang,
Karena waktu terlanjur telah usai

Atau mungkin hidup berharga
Saat kita melihat orang tersayang merasakan itu?
Merasakan dalamnya tanah kesendirian
Tanpa kita dapat menolong untuk membangunkannya
Tanpa kita dapat memegang tangannya untuk tetap tinggal

Menyakitkan
Ketika ikhlas adalah satu-satunya cara
Dan ketika keinginan hati untuk berharap dia tinggal hanyalah harapan kosong

Apa? 
Apa yang dapat dilakukan?
Menangis? Berteriak? Atau meronta?
Apa itu merubah semuanya?
Bohong jika itu dapat merubah bubur menjadi nasi kembali..

Hidup bukan pilihan ketika kita tak dapat memilih
Antara hidup atau mati 

Dan hidup juga bukan pilihan
Antara menginginkannya untuk tetap tinggal atau membiarkannya pergi selamanya

Hidup bukan pilihan karena waktu tak dapat ditawar.



Dan ingatan tentang kepergian orang-orang itu 
Akan tetap memiliki tempat dihati kami,
Seperti alunan lagu yang akan selalu diperdengarkan
Lagu penuh kepiluan dan kerinduan 



Saat menyenandungkan lagu yang sama
Aku berharap ada di sisimu

Hari perpisahan yang tidak menyenangkan

Tapi aku senang bertemu denganmu




Mamah [Mas Biyan] - Waktu Gath Pertama berharap nyium YUI :3



berharap kau akan lebih bahagia disana mamah, 
hanya raga terpisah tapi hati selalu terhubung
tak akan pernah lupa dan tak akan bisa
kau selalu dihati kami ~


Goodbye to you mamah a.k.a mas biyan! :')

 

1 komentar: