KYOOHOOHAHHAAK
Kayaknya aku lagi berinisiatif ngeposting all about LOVE (merinding). Beberapa hari ini banyak virus cinta dimana-mana. Entah. Cuma di kelas atau yah around of me. Sebenernya sih bukan cuma gara-gara itu, tapi lagi “berhasrat” posting soal CINTA aja. Biar rada-rada jadi manusia normal aja.
What were you thinking when you first heard about love? What is the meaning about love? Aduh, tiba-tiba nervous (?)
Aku posting kaya gini bukan karena lagi “Falling in Love” saya tekankan lagi BUKAN! But, apa ya ntar dibilang nggak ikutin tren aja. Kan lagi tren galaw, lah galaw itu cicitnya dari monyongnya cinta. Yah, gampanya sih, jika dan hanya jika semua orang galaw bersumber dari satu kata, CINTA. C-I-N-T-A....
Kata temanku “Semua makhluk yang bernyawa pasti suatu saat akan merasakan cinta...” Itu kayaknya sabda Nabi tapi diplesetin deh. Hah, remaja jaman sekarang. Kalau masalah cinta-cintaan gini, my hand up (?) No comment ajadeh. Karena bagiku cinta sama dengan mati skak. Kalau nggak aku yang dipojokin, diledekin, dibully dan tindakan kriminal lainnya yang tidak memanusiakan manusia. Alhasil, aku cuma bisa tawa pait, sepait-paitnya pait. Naas aja nasibku punya temen [sok] gaul, follower tren remaja, mesti isinya cinta-cintaan galaw, dilema, pink kembang-kembang, dan surem. Nyaris semua satu genk (genk kobra kalik) pada cinta-cintaan semua. Dan akhirnya jikalau mereka bosan, akulah yang kena imbasnya. Everything cause I’m single. Aku single loh, bukan jomblo. “Single itu piihan, jomblo itu keadaan..” itu kata Poconggg. Yah rada elit lah. Ternyata banyak penulis bernasib sama. Ya semacam buah jatuh ke belimbahan juga (?)
Cinta...
Haduh sumpah aku kagak mudeng rek. Itu bener-bener diluar logika. Sori bos, aku selalu nyoba mikir pake logika, biar lebih LAKI! Sampai sekarang pun definisi soal cinta itu bagai macam-macam buah, beranekaragam (kenapa harus buah?). Dan menurutku cinta itu tidak perlu didefinisikan. Kalau dalam matematika, Cinta itu ibarat bilangan yang dibagi nol, hasilnya selalu tak terdefinisikan. Xixixixi.
Cinta itu satu kata sederhana, tapi memiliki makna yang sangat tak sesederhana itu. Bercabang. Kayak pohon, awalnya cuma akar ehh tahu-tahu tumbuh bercabang banyak. Rumit. Beribet. Sembelit. Kalau istilah dalam fisika sih Cinta itu relatif. Anggapan setiap orang itu berbeda-beda...
Dan faktanya adalah kalau kamu lagi jatuh cinta kamu akan mengagung-agungkan cinta, rasanya itu kayak ketemu paus akrobatik, jatuh di panggung sirkus raksasa, terus meluncur di rasi bintang paling manis. Pokoknya yang indah-indahlah, backgroundnya sih pink kembang-kembang. Tapi kalau udah yang namanya patah hati, beuuuuhhhhhh, bakal menghujat, mengumpat, dan kata-kata terkutuk lainnya. Backgroundnya sih nyala api neraka jahanam. Kalau dites aura, auranya itu suremmm sereemmm mereemmm. Eh. Auranya mirip aura ibu tiri cinderella. Tips aja! jauhin orang patah hati, karena orang yang patah hati itu jauh lebih sensitif dari cewek ababil yang 2 minggu datang bulan, jauh lebih ganas dari macan kelaperan, dan jauh lebih mengerikan daripada bencong ngamen diperempatan cuma pake bikini ala miyabi. Tragis....
Para ahli bahasa, sastrawan, dan orang-orang intelek lainnya ikut eksis mendefinisikan cinta. Tapi bagiku, sampai sekarang cinta itu misteri. Tak ada kalimat yang pasti untuk mendefinisikannya. Apalah guna definisi? Cuma jajaran kalimat yang mencoba memaknai.sebuah kata. Sedangkan cinta itu sendiri lebih bermakna bagi orang-orang yang merasakannya. Eyaak.
Karena aku masih anak sekolah. Maka aku mencoba menjabarkan cinta dalam sisi pelajar (?) Cekidot...
Cinta bukan matematika yang pasti jawabannya dalam hitungan rumus,
Cinta bukan bahasa indonesia yang dapat didefinisikan dalam sebuah kamus,
Cinta bukan sosiologi yang selalu terjadi dengan memperdulikan keadaan sekitarnya,
Cinta bukan geografi yang mengetahui dimana dia akan terjadi dan berada,
Cinta bukan kimia yang memerlukan unsur-unsur yang pasti dalam pembentukannya,
Cinta bukan sejarah yang hanya ada ketika waktu telah terlewati,
Cinta bukan ekonomi yang mementingkan keuntungan semata,
Cinta bukan seni yang hanya melihat sisi keindahannya,
Cinta itu seperti hukum fisika, relatif, relatif bagi setiap orang yang merasakannya,
Hal yang kamu rasakan tentang cinta, akan berbeda dengan apa yang kurasakan, berbeda pula dengan dia dan mereka...
Cinta adalah cinta, tanpa definisi pasti, tanpa arti pasti, tanpa rasa yang pasti.
Karena dia memberi “rasa” yang berbeda padaku, padamu, dan pada mereka....
Yah, rasa "aneh yang tak terdefinisi"
Itulah cinta...
TOO TUIIITTT YEEE~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar